Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

4 Alasan Kenapa Memaafkan Penting Bagi Kesehatan

Jakarta - Memaafkan bukan berarti melupakan, tapi memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk menghapus rasa kesal dan dendam terhadap orang lain. Dengan demikian, rasa marah dan tekanan yang mengganggu emosi pun dapat diredakan. Akibatnya, pikiran jadi lebih tenang dan jauh dari stres. Sejatinya, tak hanya itu saja manfaat kesehatan dari memaafkan orang lain.

Secara ilmiah, memaafkan kesalahan orang lain dapat bermanfaat baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Secara sosial, memaafkan orang lain merupakan wujud kebesaran jiwa dan perilaku yang dianggap baik. Ada banyak manfaat kesehatan dari memaafkan orang lain seperti dilansir Mayo Clinic dan Telegraph, Minggu (19/8/2017) antara lain:

1. Terhindar dari Penyakit Tekanan Darah Tinggi
Para peneliti dari University of California, San Diego menemukan bahwa orang-orang yang bisa melepaskan kemarahannya dan memaafkan kesalahan orang lain cenderung lebih rendah risikonya mengalami lonjakan tekanan darah.

Peneliti meminta lebih dari 200 relawan untuk memikirkan saat temannya menyinggung perasaan. Setengah dari kelompok diperintahkan untuk berpikir mengapa hal tersebut bisa membuatnya marah, sedangkan yang lainnya didorong untuk memaafkan kesalahan tersebut. Peneliti menemukan bahwa orang yang marah mengalami peningkatan tekanan darah lebih besar dibanding orang yang pemaaf.

2. Terhindar dari Risiko Penyalahgunaan Obat dan Alkohol
Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa rasa benci, dendam dan permusuhan dapat memicu tekanan darah tinggi. Stres muncul ketika perasaan kecewa atau tersakiti. Memaafkan adalah sebuah proses perdamaian dengan diri sendiri. Seseorang yang memberi maaf justru akan merasa lebih rileks untuk menerima kondisinya.

Dengan kondisi mental yang lebih rileks, seseorang juga akan terhindar dari risiko penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang. Risiko tersebut umumnya dihadapi oleh para pendendam yang membutuhkan jalan pintas untuk lepas dari beban emosi negatifnya.

3. Menurunkan Risiko Serangan Jantung
Para ilmuwan membuktikan bahwa permintaan maaf yang ditujukan pada seseorang bisa meningkatkan kesehatan jantungnya. Orang yang mengalami perlakuan kasar akan mengalami peningkatan tekanan darah yang dapat memicu serangan jantung atau stroke. Namun ketika mendengarkan kata 'maaf', tekanan darah akan menurun kembali.

Tekanan darah yang diukur dalam penelitian adalah tekanan darah diastolik, yaitu tekanan dalam darah antara detak jantung atau tekanan dalam arteri-arteri ketika jantung istirahat setelah kontraksi. Jika terlalu tinggi atau terjadi untuk waktu yang lama, dapat meningkatkan kemungkinan stroke atau serangan jantung.

4. Jauh dari Stres dan Depresi
Sebuah penelitian yang dimuat Personality and Social Psychology Bulletin menemukan bahwa memafkan secara positif dapat mengurangi gejala depresi. Tak hanya itu, memaafkan akan mengembalikan pikiran positif, dan memperbaiki hubungan. Selain itu, memaafkan juga berkaitan dengan perilaku positif lain seperti sifat dermawan, murah hati dan tidak mudah tertekan.

Orang Beriman Kondisi Fisik n Mentalnya Lebih Sehat

Orang yang beriman disayang Tuhan, mungkin itulah sebabnya kemudian orang yang beriman juga memiliki kondisi kesehatan yang baik. Nyatanya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki keyakinan dan keimanan yang teguh juga memiliki kondisi fisik yang lebih prima.

"Keyakinan terhadap agama bisa mengurangi stres, depresi, dan meningkatkan kualitas hidup," kata Dr Harold G. Koenig, profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Duke University Medical Center seperti dilansir Medpagetoday.com, Minggu (19/8/2017).

Data sebuah penelitian yang dimuat American Journal of Health Promotion tahun 2015 menyimpulkan bahwa orang yang banyak berdoa lebih banyak mendapat manfaat kesehatan dengan cara menerapkan perilaku yang sehat, menjalankan antisipasi terhadap penyakit dan lebih puas terhadap pelayanan kesehatan.

Sebuah penelitian tahun 2006 yang dimuat British Medical Journal juga menemukan bahwa kehadiran dalam sebuah acara keagamaan ternyata berkaitan dengan penurunan risiko penyakit menular.

Menurut Koenig, adanya keyakinan beragama dan kegiatan spiritual berhubungan dengan risiko penyakit atau gangguan kesehatan yang lebih rendah, misalnya stres, penyakit kardiovaskular, tekanan darah, reaktivitas kardiovaskular, gangguan metabolisme serta dapat menjamin keberhasilan operasi jantung. Namun di sisi lain, Koenig juga memperingatkan bahwa cara kerja Tuhan ini tidak dapat diukur dengan cara dan metode apapun.

"Saya percaya bahwa doa efektif, tapi tidak berfungsi secara ilmiah dan tidak dapat diprediksi. Tidak ada alasan ilmiah atau teologis atas setiap efek dari keyakinan yang dapat dipelajari atau didokumentasi, seolah-olah Tuhan adalah bagian dari alam semesta yang dapat diprediksi. Ilmu pengetahuan tidak dirancang untuk membuktikan hal-hal yang supranatural," kata Koenig.

Selain itu, keyakinan terhadap agama juga telah dikaitkan dengan umur panjang, perkembangan penyakit kognitif yang lebih lambat dan penuaan yang sehat. Senada dengan Koenig, dr Robert A. Hummer, profesor sosiologi di University of Texas di Austin yang berfokus pada hubungan antara agama dan rendahnya risiko kematian juga memiliki pendapat yang sama.

Hummer merujuk sebuah penelitian yang melacak beberapa orang berusia 51 - 61 tahun selama 8 tahun untuk mendokumentasikan tingkat ketahanan hidupnya. Penelitian tersebut menemukan bahwa peserta yang tidak menghadiri acara keagamaan sama sekali memiliki kemungkinan 64 persen lebih tinggi mengalami kematian dibandingkan orang yang sering beribadah.

Cokelat Hitam Turunkan Tekanan Darah

Cokelat hitam sudah lama diketahui manfaatnya bagi kesehatan. Hasil analisa terhadap 20 studi menunjukkan, konsumsi cokelat hitam setiap hari akan menurunkan tekanan darah.

Penelitian yang dilakukan The Cochrane Group melaporkan, zat aktif dalam cokelat bermanfaat untuk membuat pembuluh darah lebih rileks. Akibatnya, tekanan darah pun turun.

Zat aktif yang punya efek positif tersebut adalah flavonol, yang di dalam tubuh akan menghasilkan zat kimia oksida nitrat dan membuat pembuluh darah lemas sehingga darah lebih lancar bersirkulasi.

Analisis yang dibuat tersebut mengombinasikan beberapa penelitian sebelumnya untuk mengetahui ada tidaknya efek cokelat bagi tekanan darah. Cokelat hitam yang dikonsumsi partisipan dalam penelitian itu cukup banyak, antara 3 gram sampai 105 gram setiap hari.

Namun penurunan tekanan darah yang dihasilkan tidak terlalu besar, hanya 2-3 mmHg. Akan tetapi penelitian hanya dilakukan selama dua minggu sehingga tidak diketahui dampaknya dalam jangka panjang.

"Meski kami belum mendapat bukti adanya efek jangka panjang penurunan tekanan darah, tetapi penurunan sedikit dalam jangka pendek ini mungkin dalam jangka panjang bisa berkontribusi pada penurunan risiko penyakit jantung," kata Karin Ried, dari National Institute of Integrative Medicine di Melbourne, Australia.

Tekanan darah tinggi cukup banyak diderita dan diperkirakan menjadi penyebab terbanyak stroke dan penyakit jantung.

Bila Anda ingin mendapatkan manfaat dari cokelat hitam, sebaiknya pastikan produk yang dibeli mengandung cokelat dalam jumlah tinggi karena kebanyakan produk di pasaran lebih banyak kandungan gula dan lemaknya.

Selain cokelat, kacang, aprikot, blackberries, dan apel juga mengandung flavonol meski kadarnya lebih rendah daripada cokelat.

Makanan Penyumbang Kegemukan

Jakarta - Salah satu faktor yang banyak bikin orang jadi gemuk adalah mengonsumsi makanan yang berlebihan dan salah. Untuk itu ketahui makanan apa saja yang ditemui sehari-hari dan bisa bikin gemuk.

"Yang paling banyak bikin gemuk adalah makanan dengan kandungan gula murni dan tepung," ujar dr Pauline Endang, SpGK dari FKUI, Rabu (15/8/2017).

dr Pauline menjelaskan banyak orang yang kadang tidak suka nasi tapi ia suka mengemil. Namun sayangnya cemilan ini makanan yang manis dengan kadar gula tinggi, kadang ada telur dan menteganya sehingga kalori tinggi.

"Makanan-makanan ini tidak bikin kenyang, jadi orang yang mengonsumsi bawaannya ia ingin makan terus apalagi jika ditambah dengan makan gorengan yang kandungan lemaknya tinggi," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh ahli gizi dr Inge Permadhi, MS, SpGK bahwa makanan tinggi kalori, tinggi gula dan tinggi lemak bisa menyebabkan seseorang mengalami kegemukan.

"Misalnya makanan berminyak, daging yang ada gajih, mentega, margarin, makanan-makanan ini rasanya enak dan gurih sehingga bikin orang ketagihan," ujar dr Inge dari Departemen Ilmu Gizi FKUI.

Berikut ini beberapa makanan yang diketahui bisa menyumbang kegemukan yaitu:

1. Gorengan, mengandung banyak lemak dan juga kolesterol
2. Martabak, mengandung tinggi gula dan lemak
3. Cake, mengandung tinggi gula dan lemak
4. Minuman manis, mengandung tinggi gula dan kalori
5. Minuman soda, menyebabkan timbunan lemak visceral di perut
6. Kerupuk, mengandung karbohidrat dan kadar lemak yang tinggi
7. Es krim,mengandung tinggi gula dan lemak
8. Daging yang masih ada gajihnya
9. Fast food atau makanan cepat saji, kandungan lemak dan kalorinya tinggi tapi cenderung minim nutrisi
10. Keripik, kandungan lemak dan gula dari keripik ini membuat jumlah kalorinya tinggi serta ditambah dengan tinggi garam
11. Sereal manis, mengandung karbohidrat yang tinggi dan ditambah dengan gula yang bisa memicu penimbunan lemak
12. Krim-krim penambah minuman (Whipped cream), mengandung kadar lemak yang tinggi

"Kandungan dari bahan makanan ini bila asupannya melebihi kebutuhan tubuh maka akan diubah dan disimpan di dalam sel lemak dan tentu saja membuat seseorang jadi gemuk," ujar Dr Marini Siregar, MGizi, SpGK dari RS Premier Jatinegara.

Dr Marini menyarankan agar tidak menjadi gemuk yang terpenting adalah keseimbangan antara apa yang dimakan dengan aktivitas fisik yang dilakukan. Jika termasuk orang yang aktivitas fisiknya rendah, asupan makanannya harus disesuaikan tidak boleh terlalu banyak.

"Jangan lupa mengonsumsi air yang cukup agar metabolisme dalam tubuh berjalan dengan baik, serta sayuran dan buah yang mengandung serat tinggi akan membuat kita merasa lebih kenyang sehingga mengurangi asupan makanan yang lain dan tidak akan terjadi kegemukan," ujar Dr Marini.

Bahaya Mendiagnosis Penyakit Lewat Internet

Apakah Anda mengunjungi "dokter Google" lebih sering dari dokter di klinik? Anda tidak sendiri. Dalam sebuah survei tahun lalu di Amerika diketahui bahwa 35 persen responden mencocokkan gejala penyakitnya di internet dan mendiagnosis dirinya sendiri.
Masih menurut survei yang dilakukan The Pew Research Center's Internet & American Life Project itu, sekitar 41 responden mengatakan diagnosis sendiri itu ternyata dikonfirmasi kebenarannya oleh dokter.
Tetapi, sekitar satu dari tiga responden mengaku tidak pernah pergi ke dokter untuk mencari opini kedua. Malahan, 18 persen responden mengatakan bahwa upaya mendiagnosis sendiri itu ternyata salah ketika ditanyakan ke dokter.
Meski survei yang melibatkan 3.000 responden itu sebenarnya dilakukan untuk mengetahui siapa yang mencari informasi kesehatan secara online, tetapi para profesional medis merasa khawatir dengan tren itu.
"Rata-rata tiap orang mengunjungi empat situs lalu memutuskan ia menderita kanker dan akan segera meninggal. Padahal, di internet banyak informasi yang keliru," kata Rahul K Khare, dokter unit gawat darurat dari Northwestern Memorial Hospital.
Menurut Khare, ia sering menemukan pasien yang hidupnya menjadi penuh kecemasan karena mereka merasa menderita penyakit berat setelah mencocokkan gejala yang dirasakannya dengan informasi di internet. (sumber: kompas.com)

7 Efek Buruk dari Konsumsi Obat Tidur

Konsumsi obat tidur kerap dipilih bagi mereka yang mengalami kesulitan tidur atau insomnia. Mereka berpikir bahwa obat tidur mampu memberikan apa yang diinginkan, yaitu tidur dengan lelap. Namun kenyataannya, obat tidur tidak dapat mengobati kondisi tersebut, bahkan hanya memperburuk masalah saja.

Di bawah ini beberapa jenis masalah terkait dengan pil tidur dan penggunaan yang terlalu berlebihan, seperti dikutip Health Me Up, Senin (11/8/2017):
1. Efek samping dari obat tidur dapat membuat orang yang meminumnya merasa lupa, merasa pusing, bingung, dan sulit untuk berpikir keesokan harinya.
2. Berlebihan dalam mengonsumsinya, akan memaksa Anda untuk meningkatkan asupannya agar Anda benar-benar tertidur. Sudah jelas, akan menimbulkan efek samping yang lebih besar.
3. Terlalu sering mengonsumsi obat tidur akan membuat Anda ketergantungan yang berkepanjangan. Tidur lelap secara alami, tampaknya hanya mimpi yang jauh dari angan, yang hanya akan membuat Anda mengalami sulit tidur dan kerap merasa cemas.
4. Jika Anda berhenti mengonsumsinya, secara perlahan tubuh akan menggigil, berkeringat, dan mual.
5. Anda harus tahu bahwa obat tidur akan memengaruhi proses dari obat jenis lainnya yang sedang Anda konsumsi. Apakah itu obat pusing, demam, dan lain-lain.
6. Kondisi akan semakin parah, saat Anda menggabungkannya dengan obat penghilang rasa sakit atau obat penenang.
7. Anda harus menyadari bahwa masalah tidur mungkin menjadi pemicu terjadinya beberapa penyakit kesehatan mental, yang mendasari terjadinya gangguan tidur. Dan obat tidak selalu menjadi pilihan yang tepat.